Jumat, 20 Juni 2014

Istilah “ergonomi” berasal dari bahasa latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan (Nurmianto, 2008). Menurut Sutalaksana (1979), egonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman.
   International Ergonomics Association). Ergonomic dapat berperan pula sebagai desain pekerjaan pada suatu organisasi, misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja, meningkatkan variasi pekerjaan. Ergonomi dapat pulaberperan sebagai desain perangkat lunak karena dengan semakin banyaknya pekerjaan yang berkaitan dengan komputer.
Ergonomi berkenaan berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia ditempat kerja, di rumah, dan di tempat rekreasi. Ergonomi disebut juga sebagai Human Factors. Ergonomi juga digunakan oleh beberapa ahli pada bidangnya misalnya: ahli anatomi, arsitektur , perancangan produk, fisika, fisioterapi, terapi pekerjaan, psikologi, dan teknik industri (definisi ini berdasar pada
          Berdasarkan dari pengertian di atas maka dapat mulai dibayangkan, mengapa ergonomi sangat penting. Ergonomi tidak terbatas hanya pada rancangan kursi yang baik atau meja yang ergonomis saja, melainkan jauh lebih luas, yakni merancang metode, alat dan sistem kerja sesuai dengan manusianya (pekerja) atau dikenal dengan istilah Human Centered Design. Hal yang paling unik dari ergonomi itu sendiri adalah perhatian yang sangat besar yang diberikan untuk manusia.
Manusia merupakan mahluk yang sangat kompleks. Banyaknya faktor-faktor luar yang saling berinteraksi akan mempengaruhi kinerja manusia baik sebagai individu maupun kelompok. Segala faktor-faktor luar, beban pekerjaan, dan kapasitas manusia yang ia miliki itulah yang dipelajari secara mendalam dalam ilmu ergonomi.
       Ergonomi secara umum dibagi menjadi dua cabang ilmu penting yakni, ergonomi mikro dan ergonomi makro.Perbedaannya adalah sebagai berikut :
  1. Ergonomi Mikro, merupakan keilmuan ergonomi yang kita kenal banyak sekarang. Jika anda pernah memelajari ergonomi dan mendengar istilah-istilah seperti fisiologi kerja, biomekanika kerja, lingkungan fisik, antropometri, persentil, waktu baku dan lain-lain, hal-hal tersebut merupakan keilmuan dalam lingkup ergonomi mikro. Secara umum, ergonomi mikro merupakan keilmuan ergonomi dalam lingkup mikro yakni lingkup stasiun kerja (work station).
  2. Ergonomi Makro, merupakan keilmuan yang jauh lebih luas. Keilmuan ergonomi makro mencakup organisasi, perusahaan, masyarakat luas atau bahkan negara.
        Konsep dasar yang melatarbelakangi ergonomi adalah adanya perbedaan pada kemampuan dan tuntutan dari pekerjaan itu sendiri, yang selanjutnya disebut sebagai kapasitas (capacity) dan tuntutan pekerjaan (demand). Kapasitas haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan, lebih mudah dinyatakan dengan C > D. Jika formula tersebut tidak terpenuhi, maka dapat dipastikan manusia dan pekerjaannya akan mengalami masalah (baik langsung maupun tidak).
        Apa saja masalah yang dapat terjadi jika formula di atas tidak dipenuhi? Mungkin beberapa istilah ini pernah didengar seperti CTS (Carpal Tunnel Syndrome), MD (Musculoskeletal Disorders) atau lebih dikenal dengan kelainan otot, tulang dan rangka. Tidak hanya itu saja, tapi bagi manusia juga dapat berdampak seperti ketulian, kecelakaan kerja dan berakibat kematian. Dalam dunia industri dan usaha, dampak-dampak yang muncul seperti produktivitas rendah, pekerja bosan, mudah capai dan konsentrasi menurun.
         Kerugian yang dialami oleh perusahaan tentulah tidak sedikit. Adanya kasus kecelakaan kerja, tingkat absensi yang tinggi, serta rendahnya kinerja pekerja tentunya berdampak langsung bagi perusahaan. Kerugian-kerugian tersebut dirasakan langsung pada bagian finansial, buruknya image perusahaan, dan dalam skala yang luas dapat menurunkan nilai saham di mata investor. Kerugian-kerugian di atas dapat dihindari dan diminimalisir dengan melakukan kajian dan studi ergonomi di perusahaan sehingga sistem yang ada benar-benar sesuai dengan user atau penggunanya.


HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN KEAMANAN KERJA 
 
    Hal yang perlu di perhatikan saat bekerja yang aman adalah melalui penerapan ergonomi, ergometri, automasi dan mekanisasi, peralatan perlindungan diri, waktu kerja, lingkungan kerja, faktor manusia yang berupaya untuk melindungi tenaga kerja

  • Ergonomi: Ergonomi berasal dari bahasa yunani , yaitu ergon( kerja)  dan nomos(peraturan). Pengertian secara umum adalah  peraturan/hukum kerja  yang mengatur tenaga kerja , sarana kerja , dan pekerjaannya. Prinsip-prinsip ergonomi adalah sebagai berikut:Sikap tubuh dalam bekerja di pengaruhi oleh bentuk , susunan, ukuran,  penempatan mesin, alat petunjuk, cara mengoperasikan mesin,  gerak, arah dan kekuatan
    Normalisasi alat industri harus berukuran besar dan fleksibel
    Ilmu tentang ukuran tubuh
  • Ergometri: Ergometri adalah ilmu untuk mengukur kemampuan kerja atau pemakaian  tenaga sendiri oleh pekerja untuk pekerjaanya  dan daya kerja fisik maksimum dari tenaga kerja

  • Automasi: Automasi adalah seni penggunaan alat-alat mekanik untuk melakukan pekerjaan diebold  mendefinisikan adalah penggunaan mesin untuk menjalankan mesin, istilah automasi ini di kenalkan oleh Harder dari ford motor campany. Tingkat perkembangan automasi adalah sebagai berikut: Fungsi penunjang automasi, yaitu membantu menyempurnakan atau meningkatkan kemampuan manusia. 
Fungsi pelipatgandaan, yaitu membantu mengatasi keterbatasan kemampuan  manusia
Fungsi meringankan, yaitu membatnu pengendalian proses yang rumit  seperti pengukuran autimasi
Fungsi menggantikan manusi, yaitu tenaga manusia di gantikan oleh mesin
Peralatan perlindungan diri

Perlindungan mata dan muka

Hal –hal yang mengganggu  pada kesehatan mata antara lain sebagai berikut:

Dampak partikel kecil yang terlempar

Dampak partikel berat

Percikan cairan panas/korosif

Kontak mata dengan gas/ uap iritan

  • Jenis-jenis perlindungan mata
Macam-macam model kacamata yang dipergunakan untuk perlindungan mata adalah sebagai berikut:
Kacamata keselamatan biasa,  cocok untukbahaya energi rendah
Kacamata pelindung, jenis kacamata tersebut cocok unruk berbagai macam-macam bahaya
Tameng muka, cocok untuk melindungi mata dan seluruh muka, pelindung kulit dan tubuh
Penyebab terganggunya kesehatan kulit dan tubuh adalah sebagai berikut.
Kerusakan akibat bahan korosip dan menimbulkan dermatitis
Penyerapan kedalam tubuh melalui kulit
  1. Panas radian
  2. Dingin
  3. Radiasi pengion dan bukan pengion
  4. Kurangnya istirahat akan menimbulkan kelelahan
Pemilihan dan pemakaian pakaian kerja dilakukan berdasar ketentuan berikut:
  1. Pemakaian pakaian mempertimbangkan bahaya yang mungkin di alami
  2. Pakaian longgar, sobek , dasi ktidak boleh di pakai di dekat bagian mesin
Jika bagian produksi berhubungan dengan peledakan , maka harus memakai pakaian yang terbuat dari seluloid
Baju lengan pendek lebih baik daripada baju lengan panjang
Benda tajam atau runcing tidak boleh dibawa dalam kantong
Tenaga kerja yang berhubungan lengsung dengan debu  tidak boleh memakai pakaian berkantong / memiliki lipatan
  • Pelindung pernafasan
Efisiensi perlindingan pernafasan dalam membuang kontaminan dinyatakan dalam faktor perlindungan nominal
Jenis-jenis pelindung pernafasan antara lain:
  • Respirator
Respirator sekali pakai , terbuat dari filter
Respirator, separoh masker
Alat bantu pernafasan
 


Sumber: 

1 komentar:

  1. artikelnya bagus kak, Ilmu Teknik Industri Kunjungi Kami
    http://indonugraha.blogspot.co.id/

    BalasHapus

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget